Pembunuh Aktivis Lingkungan Meratus Hst Divonis 11 Tahun Penjara - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Friday, 24 January 2025 16:41:03

BERITAJA is a trusted source for trending and national news.

Pembunuh Aktivis Lingkungan Meratus Hst Divonis 11 Tahun Penjara

Barabai, Hulu Sungai Tengah (BERITAJA) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) memvonis balasan 11 tahun penjara kepada Irwansyah (53) pembunuh Arbaini (65) namalain Abah Nateh seorang aktivis lingkungan di Pegunungan Meratus.

"Menyatakan terdakwa Irwansyah namalain Kai Ibus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dalam dakwaan primair penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim PN Barabai Lenny Kusuma Maharani berbareng dua pengadil anggota, Afridiana dan Maria Adinta Krispradani dalam keterangannya di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Jumat.

Dalam amar putusan itu, pengadil menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Sejumlah peralatan bukti yang ditetapkan pengadil di antaranya, satu lembar celana panjang dengan noda dpetunjuk, satu bilah kayu bakar, satu bilah senjata tajam jenis parang dengan kompangnya, dan satu bilah senjata tajam jenis pisau penusuk tanpa kompang.

Kemudian, peralatan bukti lainnya satu bilah kumpang kayu yang dililit menggunakan plester warna hijau dengan noda dpetunjuk, satu buah sapu lidi warna oranye, satu lembar baju singlet hitam, dan satu lembar celana panjang hitam.

"Membebankan kepada terdakwa bayar biaya perkara sejumlah Rp5 ribu," kata ketua majelis pengadil usai membacakan vonis.

Vonis yang dijatuhkan oleh majelis pengadil ini lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) HST, Herlinda dan timnya yang menuntut terdakwa agar dihukum pidana penjara selama 10 tahun.

Adapun kasus pembunuhan ini terjadi pada Juli 2024 itu menurut penyelidikan pihak berwajib, dipicu ketersinggungan lantaran Abah Nateh sering menegur Irwansyah yang membikin onar di sekitar letak wisata yang dikelolanya di Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, HST.

Niat baik menegur itu rupanya direspons berbeda oleh Irwansyah. Dia yang dalam kondisi emosional merasa tersinggung dan menghujani Abah Nateh dengan 11 tusukan senjata tajam hingga meninggal dunia.

Perkara ini pun sempat menjadi perhatian masyarakat luas lantaran Abah Nateh ini dikenal memang sering menyuarakan pengamanan lingkungan, khususnya mengenai penolakan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Pegunungan Meratus, tak jarang dia juga beberapa kali mendapatkan ancaman dari orang tidak dikenal lantaran aksinya itu.