Telat shalat Jumat, apa yang harus dilakukan agar ibadah tetap sah? - BERITAJA
Telat shalat Jumat, apa yang harus dilakukan agar ibadah tetap sah? - BERITAJA is one of the most discussed topics today. In this article, you will find a clear explanation, key facts, and the latest updates related to this topic, presented in a concise and easy-to-understand way. Read more news on Beritaja.
Jakarta (BERITAJA) - Shalat Jumat menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Muslim laki-laki yang sudah baligh dan berakal.
Shalat ini mempunyai keistimewaan tersendiri, apalagi disebutkan dalam beberapa hadits bahwa meninggalkannya tanpa argumen bakal dapat dosa besar dan melemahkan keagamaan seseorang.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kerap kali terjadi situasi yang mengakibatkan seseorang telat menghadiri shalat Jumat, baik lantaran urusan pekerjaan, terjebak macet di jalan, alias perihal lainnya.
Kendati demikian, apa yang mesti dilakukan agar ibadah tetap sah meski telat datang shalat Jumat? Berikut penjelasannya melansir dari beragam sumber.
Dalam aliran Islam, shalat Jumat tidak sama dengan shalat fardhu lainnya lantaran terdapat beberapa rukun dan syarat sah yang berbeda. Salah satunya adalah khutbah Jumat, yang menjadi bagian yang wajib dihadiri sebelum shalat Jumat.
Syarat lainnya, shalat Jumat dianggap sah jika:
- Dilaksanakan secara berjamaah, minimal 40 orang menurut sebagian ulama.
- Didahului dengan dua khutbah.
- Dilaksanakan pada waktu dzuhur.
- Dilakukan di tempat permukiman, seperti masjid alias lapangan.
- Tidak dilakukan di dua tempat berdekatan dalam satu permukiman secara bersamaan.
Baca juga: Niat Shalat Jumat, Arab dan latin beserta artinya
Telat datang shalat Jumat sebelum khutbah selesai
Bagi jamaah yang telat datang namun khutbah belum selesai, maka tetap mempunyai kesempatan untuk mengikuti shalat Jumat dengan sah. Namun, ada beberapa perihal yang perlu diperhatikan oleh jamaah yang terlambat.
Begitu memasuki masjid, segeralah duduk dan dengarkan khutbah dengan khusyuk. Meskipun datang telat, jamaah tetap mampumelaksanakan shalat tahiyatul masjid dengan singkat.
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kalian datang ke masjid pada hari jumat, sementara pemimpin sedang berkhutbah, lakukanlah shalat tahiyatul masjid. Namun jangan terlalu lama".
Kemudian, saat khutbah berlangsung, hindarilah berbicara, apalagi sekedar untuk memberi tahu orang lain agar tenang.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika engkau berbicara kepada temanmu, 'Diamlah!' pada saat pemimpin berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan sia-sia." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan melakukan hal-hal tersebut, jamaah tetap mampumengikuti shalat Jumat secara sah meskipun telat datang sebelum khutbah selesai.
Telat datang setelah khutbah Jumat selesai dan shalat belum dimulai
Dalam kondisi telat seperti ini, ibadah bakal tetap sah selama sempat untuk mengikuti shalat Jumat berjamaah berbareng imam.
Walaupun shalat Jumat tetap sah, jamaah yang terlambat tidak mendapatkan keistimewaan ibadah ini. Sehingga tidak tercatat sebagai orang yang memperoleh pahala lebih utama bagi yang datang lebih awal oleh malaikat.
Baca juga: Syarat, tata langkah dan referensi shalat Jumat
Telat datang saat shalat Jumat sudah dimulai
Saat tiba di masjid dan shalat Jumat sudah dimulai, jamaah tetap mampumengikuti shalat berjamaah. Namun, sah alias tidaknya tergantung pada jumlah rakaat yang ditemui.
1. Datang saat pemimpin rakaat pertama
Jika tiba saat pemimpin tetap dalam rakaat pertama, jamaah cukup mengikuti shalat Jumat seperti biasa berbareng imam.
Shalat Jumat tersebut hukumnya tetap sah lantaran mengikuti minimal satu rakaat berbareng imam. Hal ini berasas hadits Rasullullah SAW, "Siapa yang mendapatkan satu rakaat dari shalat Jumat, maka dia telah mendapatkan shalat tersebut." (HR. An-Nasa'i).
2. Mendapatkan rakaat kedua
Jika datang saat pemimpin sudah berada di rakaat kedua, jamaah tetap mampuberasosiasi mengikuti imam. Namun, setelah pemimpin salam, jamaah mesti menambah satu rakaat lagi untuk menyempurnakan shalatnya.
3. Datang setelah pemimpin salam akhir
Jika datang setelah pemimpin selesai shalat Jumat, maka jamaah tidak mampulagi melaksanakan shalat Jumat. Sebagai gantinya, jamaah wajib menambahkan shalat empat rakaat seperti shalat Dzuhur tetapi tetap niat shalat Jumat.
Telat shalat Jumat memang mamputerjadi lantaran beragam alasan, namun perlu diketahui walaupun dapat menggantinya dengan menambah jumlah rakaat shalat, datang terlambat shalat Jumat hukumnya adalah makruh.
Bagi umat Muslim laki-laki, dianjurkan untuk tinggalkan segala urusan agar dapat datang lebih awal dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah shalat Jumat dengan khusyuk.
Baca juga: Niat Shalat Jumat: komplit dalam bahasa Arab, latin, dan artinya
Baca juga: Amalan dzikir dan angan setelah Shalat Jumat, ini urutannya
Editor: Dedy
Copyright © BERITAJA 2025
Subscribe
This article discusses Telat shalat Jumat, apa yang harus dilakukan agar ibadah tetap sah? - BERITAJA in detail, including key facts, recent developments, and important insights that readers are actively searching for online.