Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA

Albert Michael By: Albert Michael - Thursday, 20 February 2025 08:54:43 • 3 min read
Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA

Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA is one of the most discussed topics today. In this article, you will find a clear explanation, key facts, and the latest updates related to this topic, presented in a concise and easy-to-understand way. Read more news on Beritaja.

Jakarta (BERITAJA) - Penggunaan internet di kalangan anak-anak Indonesia terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan kemudahan akses digital.

Berdasarkan laporan Profil Anak Indonesia 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), anak-anak mencakup 28,65 persen dari total populasi Indonesia, setara dengan 79,8 juta jiwa.

Di sisi lain, info dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2024 mengungkap bahwa penetrasi internet di kalangan Generasi Z (lahir 1997-2012) telah mencapai 87,02 persen. Bahkan, di wilayah tertinggal, usia pertama kali menggunakan internet berada pada rentang 13 hingga 14 tahun, dengan media sosial sebagai platform yang paling banyak digunakan.

Meskipun internet memberikan banyak faedah bagi anak-anak, peningkatan akses ini juga menghadirkan sejumlah akibat yang perlu diwaspadai, mulai dari paparan konten tidak pantas, kecanduan digital, hingga ancaman keamanan siber. Lantas, apa saja akibat dari tingginya penggunaan internet pada anak, dan gimana langkah mengantisipasinya? Berikut penjelasannya.

Risiko anak aktif di internet tanpa pengawasan

1. Gangguan konsentrasi dan akibat ADHD

Semakin lama anak menghabiskan waktu di media sosial, semakin tinggi potensi gangguan konsentrasi yang mampu terjadi. Studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam lama panjang berkorelasi dengan peningkatan akibat Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan anak dalam jangka panjang.

2. Dampak pada perkembangan kognitif

Generasi Z dan anak-anak lebih rentan terhadap pengaruh negatif media sosial dibandingkan generasi sebelumnya, seperti Milenial, Gen X, dan Baby Boomers. Media sosial dapat mempengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka, yang berpotensi berakibat jangka panjang terhadap pola pikir dan perilaku mereka di masa depan.

3. Tidak ada media sosial yang betul-betul kondusif untuk anak

Setiap platform media sosial mempunyai potensi akibat jika tidak dipantau oleh orang tua. Tanpa pengawasan yang tepat, anak dapat terpapar konten yang tidak sesuai usia, mengalami cyberbullying, alias kecanduan digital.

Cara mengantisipasi

1. Pengawasan dan pendampingan orang tua

Orang tua mempunyai peran krusial dalam mengontrol dan membimbing anak saat bermedia sosial. Mengawasi aktivitas anak, memberikan batas waktu layar, serta mendiskusikan konten yang mereka konsumsi dapat membantu mengurangi akibat negatif media sosial.

2. Regulasi dan pembatasan usia

Sekadar membatasi usia anak untuk menggunakan media sosial tidak cukup. Peraturan yang lebih ketat perlu diterapkan, dan orang tua mesti memastikan bahwa anak memahami patokan serta ancaman internet sebelum diberikan akses ke media sosial.

3. Meningkatkan literasi digital anak dan orang tua

Edukasi tentang literasi digital sangat krusial agar anak-anak mampu memanfaatkan internet secara positif. Orang tua dan pendidik juga perlu memahami akibat serta faedah media sosial agar dapat memberikan petunjuk yang tepat. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan organisasi sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih kondusif bagi anak-anak.

Baca juga: Menteri PPPA: Peningkatan penggunaan internet tambah akibat KBGO

Baca juga: Waspadai tiga akibat yang intai anak di ranah daring

Baca juga: Unicef: lindungi anak dari akibat negatif internet


Editor: Albert Michael
Copyright © BERITAJA 2025

This article discusses Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA in detail, including key facts, recent developments, and important insights that readers are actively searching for online.

Frequently Asked Questions

What is Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA?
Jakarta (BERITAJA) - Penggunaan internet di kalangan anak-anak Indonesia terus meningkat seiring dengan perkem...

Why is Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA trending?
This topic is gaining attention due to recent developments and increasing public interest.

Where can I get updates about Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA?
You can follow reliable sources like Beritaja for continuous updates.

Looking for more updates about Risiko mengintai bagi anak yang terlalu aktif main internet - BERITAJA? Explore our latest coverage and stay informed with real-time news and in-depth analysis.