Dampak menggaruk rasa gatal yang muncul pada kulit - BERITAJA

Albert Michael By: Albert Michael - Sunday, 02 February 2025 07:41:15 • 2 min read
Dampak menggaruk rasa gatal yang muncul pada kulit - BERITAJA

Dampak menggaruk rasa gatal yang muncul pada kulit - BERITAJA is one of the most discussed topics today. In this article, you will find a clear explanation, key facts, and the latest updates related to this topic, presented in a concise and easy-to-understand way. Read more news on Beritaja.

Jakarta (BERITAJA) - Para peneliti yang mempelajari pengetahuan di kembali menggaruk menemukan bahwa meskipun itu memperburuk peradangan dan pembengkakan, menggaruk juga mempunyai faedah tertentu yang dapat menjelaskan kenapa dorongan alami terasa begitu kuat.

Dikutip dari Medical Daily, Jumat (31/1), para peneliti yang melakukan penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science, meneliti gimana gatal memengaruhi kulit tikus dengan dermatitis kontak alergi, sejenis eksim.

"Menggaruk sering kali menyenangkan, yang menunjukkan bahwa, agar dapat berevolusi, perilaku ini mesti memberikan semacam manfaat. Penelitian kami membantu menyelesaikan paradoks ini dengan memberikan bukti bahwa menggaruk juga memberikan pertahanan terhadap jangkitan kuman pada kulit," kata penulis senior Daniel Kaplan dalam rilis berita.

Baca juga: 8 perawatan diri di pagi hari untuk penderita psoriasis

Untuk uji coba tersebut, para peneliti menggunakan alergen pemicu gatal untuk memicu indikasi eksim di telinga tikus normal. Sementara beberapa tikus dibiarkan menggaruk, yang lain dilarang menggaruk menggunakan kalung kecil, mirip dengan yang digunakan oleh anjing.

Hasilnya mengejutkan: tikus yang menggaruk mengalami pembengkakan, kulit meradang yang dipenuhi sel imun yang disebut neutrofil, sementara mereka yang tidak dapat menggaruk mengalami peradangan yang jauh lebih ringan. Hal ini menegaskan bahwa menggaruk memperburuk iritasi kulit daripada meredakannya.

Para peneliti menjelaskan bahwa perihal ini terjadi lantaran menggaruk gatal memicu reaksi berantai di kulit. Saraf perasa nyeri melepaskan unsur kimia yang disebut substansi P, yang mengaktifkan sel mast alias sel imun yang mengatur peradangan dan gatal.

Baca juga: Gen Z rentan alami kulit gatal

Biasanya, sel mast merespons alergen, menyebabkan rasa gatal dan pembengkakan ringan. Namun, menggaruk memicu gelombang aktivasi kedua melalui substansi P, yang mengintensifkan peradangan dan membikin rasa gatal semakin ppetunjuk.

Namun, sel mast tidak hanya menyebabkan iritasi, tetapi juga membantu melawan kuman dan kuman lainnya. Hal ini membikin para peneliti penasaran untuk mengetahui apakah menggaruk betul-betul memengaruhi mikrobioma kulit.

Baca juga: Gatal sebaiknya jangan digaruk, lampau apa solusinya?

Dalam percobaan lebih lanjut, tim menunjukkan bahwa menggaruk mengurangi jumlah Staphylococcus aureus, kuman paling umum yang terlibat dalam jangkitan kulit.

"Temuan bahwa menggaruk meningkatkan pertahanan terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa perihal itu dapat berfaedah dalam beberapa konteks. Namun, kerusakan yang ditimbulkan oleh garukan pada kulit mungkin lebih besar daripada faedah ini jika gatalnya kronis," kata Kaplan.

Baca juga: Gatal di kulit tanpa karena jelasmampu jadi indikasi diabetes

Baca juga: Dokter ingatkan sering gunakan sabun antiseptik membikin kulit iritasi


Editor: Albert Michael
Copyright © BERITAJA 2025

This article discusses Dampak menggaruk rasa gatal yang muncul pada kulit - BERITAJA in detail, including key facts, recent developments, and important insights that readers are actively searching for online.