Apa itu sunat perempuan dan bagaimana praktiknya di Indonesia? - BERITAJA

Albert Michael By: Albert Michael - Tuesday, 11 February 2025 22:45:46 • 2 min read
Apa itu sunat perempuan dan bagaimana praktiknya di Indonesia? - BERITAJA

Apa itu sunat perempuan dan bagaimana praktiknya di Indonesia? - BERITAJA is one of the most discussed topics today. In this article, you will find a clear explanation, key facts, and the latest updates related to this topic, presented in a concise and easy-to-understand way. Read more news on Beritaja.

Jakarta (BERITAJA) - Setiap tanggal 6 Februari, bumi memperingati Hari Anti-Sunat Perempuan Sedunia. Salah satu kontroversi yang tetap terus bergulir di kalangan para orang tua adalah sunat pada bayi perempuan.

Di satu sisi, ada golongan yang meyakini bahwa sunat wanita merupakan praktik yang tidak manusiawi dan melanggar kewenangan asasi perempuan. Mereka menilai tindakan ini dapat membawa akibat negatif bagi kesehatan, baik secara bentuk maupun psikologis, serta berpotensi mempengaruhi kehidupan sosial anak di masa depan.

Sementara itu, ada juga yang menganggap sunat wanita sebagai bagian dari tradisi turun-temurun alias apalagi tuntunan kepercayaan yang mesti dijalankan. Perbedaan perspektif ini menyebabkan obrolan mengenai sunat wanita terus bersambung tanpa adanya kesepakatan universal.

Baca juga: Komnas Perempuan: Implementasi larangan sunat wanita tetap rendah

Apa itu sunat perempuan?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1636/PER/MENKES/XI/2010, sunat wanita didefinisikan sebagai tindakan menggores kulit bagian depan klitoris tanpa melukai klitoris itu sendiri.

Namun, arti ini berbeda dengan yang dikemukakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyebut sunat wanita sebagai corak mutilasi perangkat kelamin perempuan.

WHO mendefinisikan tindakan tersebut sebagai segala corak prosedur yang melibatkan pengangkatan sebagian alias seluruh perangkat kelamin wanita bagian luar alias tindakan lain yang menyebabkan cedera pada perangkat kelamin tanpa argumen medis.

Baca juga: Komnas: Perlu sinergi banyak pihak hapus praktik sunat perempuan

Praktik sunat wanita di Indonesia

Di Indonesia, praktik sunat wanita dilakukan dengan langkah yang beragam. Berdasarkan kajian Komnas Perempuan dan PSKK UGM pada 2017, kebanyakan sunat wanita dilakukan saat anak tetap berumur 1–5 bulan (72,4%).

Sementara itu, info Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2021 menunjukkan bahwa 21,3% anak wanita mengalami sunat berasas kriteria WHO, yang melibatkan pemotongan alias pelukaan, sementara 33,7% lainnya menjalani sunat secara simbolis.

Secara global, jumlah anak wanita yang berisiko mengalami sunat wanita tetap sangat tinggi. Pada tahun 2024, diperkirakan sekitar 4,4 juta anak wanita dan lebih dari 12.000 anak wanita setiap hari terancam mengalami praktik ini di beragam bagian dunia.

Meskipun tetap ada masyarakat yang mempertahankan praktik ini sebagai bagian dari tradisi, beragam organisasi kesehatan internasional menegaskan bahwa sunat wanita berisiko menimbulkan akibat negatif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak perempuan.

Oleh lantaran itu, perdebatan mengenai sunat wanita bukan hanya tentang budaya alias kepercayaan, tetapi juga menyangkut hak, kesehatan, serta perlindungan terhadap wanita dan anak.

Baca juga: PP Aisyiyah pandang sunat wanita banyak mudharat

Baca juga: Aisyiyah: Tasyakuran menstruasi pertama untuk imbangi kuatnya budaya P2GP


Editor: Yani
Copyright © BERITAJA 2025

This article discusses Apa itu sunat perempuan dan bagaimana praktiknya di Indonesia? - BERITAJA in detail, including key facts, recent developments, and important insights that readers are actively searching for online.